بِــــــسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيـــمِ
SELAMAT DATANG DI BLOG MUHAMMADIYAH CABANG BENGKONG, KOTA BATAM - TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Pilih Menu

Sabtu, 02 April 2022

KHUTBAH JUM'AT DO'A MALAIKAT JIBRIL YANG DIAAMIINKAN ROSULULLAH


الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ. وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ اْلأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ 

 أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Jama'ah sidang Jum'at yang dirahmati Allah
Marilah kita bersama sama
Meningkatkan
Kualitas Iman dan Taqwa kita kepada Allah
Dengan
Segenap kemampuan yang Allah berikan kepada kita semua dengan selalu Istiqomah menjalankan perintah dan menjaukan larangan
Dan menggantung kan harapan hanya kepada Allah semata.

Pada kesempatan siang hari ini
Khotib akan membawakan satu judul Khutbah yaitu

DO'A MALAIKAT JIBRIL YG DI AAMIIN KAN ROSULULLAH 

Jama'ah sholat Jum'at yang dimuliakan Allah

Sesungguhnya dalam sebuah hadits yang cukup panjang diriwayatkan
Rosulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda

عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: احْضُرُوا الْمِنْبَرَ، فَحَضَرْنَا، فَلَمَّا ارْتَقَى دَرَجَةً قَالَ: ” آمِينَ “، فَلَمَّا ارْتَقَى الدَّرَجَةَ الثَّانِيَةَ قَالَ: ” آمِينَ “، فَلَمَّا ارْتَقَى الدَّرَجَةَ الثَّالِثَةَ قَالَ: “آمِينَ”، فَلَمَّا فَرَغَ، نَزَلَ مِنَ الْمِنْبَرِ قَالَ: فَقُلْنَا له: يَا رَسُولَ اللهِ؛ لَقَدْ سَمِعْنَا الْيَوْمَ مِنْكَ شَيْئًا لَمْ نَكُنْ نَسْمَعُهُ، قَالَ: ” إِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَامِ عَرضَ لِي فَقَالَ: بَعُدَ مَنْ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ، فَقُلْتُ: آمِينَ، فَلَمَّا رَقِيتُ الثَّانِيَةَ قَالَ: بَعُدَ مَنْ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ، فَقُلْتُ: آمِينَ، فَلَمَّا رَقِيتُ الثَّالِثَةَ قَالَ: بَعُدَ مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ الْكِبَرَ عِنْدَهُ أَوْ أَحَدُهُمَا، فلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ – أَظُنُّهُ قَالَ – فَقُلْتُ: آمِينَ 
[رواه البيهقي في شعب الإيمان (3/ 134) ح 1471]

Artinya
Diriwayatkan dari Ka’ab bin Ujrah RA, pada suatu hari Nabi SAW naik ke mimbar. Ketika menapaki anak tangga pertama, kedua, dan ketiga, beliau selalu mengucapkan, Amiin. Melihat itu, para sahabat pun berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah SAW, kami semua mendengar engkau berkata, 'amiin, amiin, amiin.'
Mereka bertanya, Mengapa engkau melakukan itu?” Nabi SAW menjawab, “Ketika aku menaiki tangga pertama, Jibril datang kepadaku dan berkata, 'Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadan tetapi dosanya tidak diampuni. Maka aku pun mengucapkan, 'Amiin.'”
Kemudian dia (Jibril) berkata, 'Celakalah seorang hamba jika mendapati kedua atau salah satu orang tuanya masih hidup, tetapi keberadaan orang tuanya tidak membuatnya masuk ke dalam surga.' Aku pun berkata, 'Amiin.' Selanjutnya, dia berkata, 'Celakalah seorang hamba jika namamu (Muhammad) disebutkan di hadapannya, tetapi dia tidak bershalawat untukmu.' Maka aku pun berkata, 'Amiin.'

Dalam hadis tersebut, Rasulullah SAW antara lain mengingatkan kita tentang kemuliaan Ramadhan. Ternyata, masih banyak umat Islam yang menjalani bulan suci tetapi justru enggan memohon ampun dan rahmat kepada Allah SWT. Akhirnya, Ramadhan berlalu, sedangkan dirinya masih berlumuran dosa. Malaikat Jibril pun mendoakan celaka atas mereka.
 
Kemudian
Berbakti kepada
Orang Tua
Dalam hadits tersebut, Malaikat Jibril juga menyinggung perihal anak yang tidak berbakti kepada orang tua. 
Padahal Islam
Sudah mewanti  mengajarkan manusia agar merawat dan menyayangi kedua orang tua. 
Allah berfirman

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.”
(QS Lukman 14).

Masyiral muslimin rahimaku Mullah

Sungguh berbakti kepada kedua orang tua tak terbatas waktu.
Sekalipun mereka sudah tiada sampai ajal menjemput kita atau
Selama hayat masih dikandung badan, seorang anak bisa berbakti kepada bapak dan ibunya. Bakti itu bisa berupa mencukupi kebutuhan hidupnya, mendoakannya, atau menyambung silaturahim kepada karib-kerabatnya. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya (orang tua) dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, 'Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.'” 
(QS Al Isra' 24).
Masyiral muslimin sidang Jum'at rahimaku Mullah

Malaikat Jibril juga turut mengecam Muslim yang tidak bershalawat ketika nama Nabi Muhammad SAW disebut. Shalawat merupakan ungkapan rasa cinta dan kerinduan kita kepada Rasulullah SAW. 

Allah berfirman

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
 
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat bershalawat kepada Nabi (Muhammad). Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kepada Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya. (QS Al Ahzab 56).

Sungguh bisa dikatakan Bakhil muslim & muslimah yg mendengan nama nabi disebutkan tetapi tidak mengucapkan solawat atasnya
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda, Alangkah kikirnya umatku manakala namaku disebut, tetapi tidak bershalawat kepadaku. Dengan bershalawat, insya Allah, kita akan mendapatkan syafaat di akhirat kelak. 
 
Dalam sebuah hadits disebutkan

“Manusia yang paling berhak bersamaku (Nabi SAW) pada hari kiamat ialah yang paling banyak membaca shalawat kepadaku.” (HR Tirmidzi).

Masyiral muslimin Rahima kumullah

Romadhon
Sudah mengetuk pintu pintu rumah kita
Persiapkanlah segalanya untuk menyambut tamu agung yang akan bermalam dirumah rumah kita selama satu bulan penuh
Penuhilah kewajiban kewajiban kita dan bersegeralah menyambut amalan amalan yang Allah tetapkan dibulan Romadhon
Agar Romadhon tahun ini
Kita semua bisa mendapatkan predikat Taqwa yang dijanjikan
Aamiin
Allahhumma Aamiin.
 
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْأنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ ال اَيَاتِ وَ ذِكْرِالحَكِيْمِ وَ تَقَبَّلَ اللهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمِ

KHUTBAH KE2

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَلَهُ الْحَمْدُ فِي الْآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ
أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.

أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.

إِنَّ اللَّهَ وَ مَلَئكتَهُ يُصلُّونَ عَلى النَّبىّ‏ِ يَأَيهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صلُّوا عَلَيْهِ وَ سلِّمُوا تَسلِيماً

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اَللهُمَّ
رَبَّنَا ظلمناأَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَاصِغَارًا
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً 
وَقِنَا عَذَابَ النَّار
ِ وَقِنَا عَذَابَ النَّار
ِ وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
 عِبَادَاللهِ.

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Aqimussholah.

MENGENAL LATTA DAN UZZA




اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدىْ وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْكَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ،  أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى خَاتَمِ اْلاَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ مُحَمَّدٍ وَّعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ, أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم : 
وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلَّا وَهُمْ مُشْرِكُونَ 

Amma ba’du..
Jama’ah rohimakumullah.Marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kpd Allah swt dgn sebenar2 taqwa, menjalankan kewajiban2, menjauhi larangan2nya. Segala puji bagi Allah  yg telah menyempurnakan agama Islam untuk hamba2-Nya yg beriman dan menjadikan Sunnah Rasul-Nya sebagai sebaik-baik petunjuk yg diikuti.

jamaah rohimakumullah. 
kali ini kita mengambil tema: 


Dalam Riwayat Muslim dikatakan :

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّاسُ تَبَعٌ لِقُرَيْشٍ فِي الْخَيْرِ وَالشَّرِّ

Nabi saw bersabda:"Manusia itu mengikuti Quraisy dlm kebaikan dan keburukan."(HR. Muslim: 3391). Maksudnya adalah Manusia akan dikatakan baik apabila mengikuti kebaikan Quraisy (dlm Hal ini syari’at Nabi Muhammad saw), dan akan dikatakan Buruk apabila mengikuti keburukan Quraisy jahiliyah (seperti peribadatan yg mereka lakukan). yaitu menjadikan orang² Alimnya sbg wasilah/perantara dg harapan Hajatnya lebih cpt terkabul. karena Sesungguhnya Kaum Kafir (Quraisy jahiliyah) itu Mengenal Allah dan beribadah kpd Allah  hanya saja dibarengi dgn bertawasul dg Ruh orang2 alimnya yg tlh meninggal. Hal ini dijelaskan dlm Alquran. Allah berfirman; “Dan sungguh jika kamu bertanya kpd mereka (Quraisy jahiliyah): “Siapakah yg menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, maka bagaimanakah mereka dpt dipalingkan (dari menyembah Allah)? ”(QS.Az-Zukhruf : 87). 

Dalam ayat lain , Allah jga berfirman: 

وَلَٮِٕنۡ سَاَلۡتَهُمۡ مَّنۡ نَّزَّلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَاَحۡيَا بِهِ الۡاَرۡضَ مِنۡۢ بَعۡدِ مَوۡتِهَا لَيَقُوۡلُنَّ اللّٰهُ‌ؕ قُلِ الۡحَمۡدُ لِلّٰهِ‌ؕ بَلۡ اَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡقِلُوۡنَ
 
“Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kpd mereka (kaum Musyrikin Quraisy): “Siapakah yg menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dgn air itu bumi sesudah matinya?
” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, Katakanlah:“Segala puji bagi Allah”, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya).”(QS. al-’Ankabut:63). Perhatikanlah! Dlm ayat2 di atas terlihat bahwasanya orang2 musyrik itu mengenal Allah,mereka mengakui sifat2 Rububiyyah-Nya yaitu (Allah sbg pencipta, pemberi rezeki, yg menghidupkan dan mematikan, serta penguasa alam semesta). Namun, pengakuan ini tidak mencukupi mereka untuk dikatakan sbg orang yg benar, Karena mereka mengakui dan beriman kpd sifat2 Rububiyah Allah saja,namun disaat yg sama mereka menyekutukan Allah dlm masalah ibadah.Oleh karena itu, Allah katakan kpd mereka:

وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُم بِٱللَّهِ إِلَّا وَهُم مُّشْرِكُونَ     

“Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah,melainkan dalam keadaan/ dibarengi mempersekutukan Allah (dgn sembahan2 lain).”(QS.Yusuf :106).

Jamaah rohimakumullah.
Diantara kesyirikan2 yg dimaksud adalah mereka menjadikan roh2 orang Alim dikalangan mereka sbg perantara/wasilah untuk sampai hajat mereka kpd Allah,mereka mendatangi kubur² orang² Alimnya untuk bertawasul kpd mereka. apabila mereka dikatakan "tlh berbuat syirik" mereka membela diri dgn mengatakan  “kami Cuma bertawasul kpd syaikh2 kami “. 
Mereka hendak menyangkal kalau bertawassul itu bkn suatu kesyirikan dan jawaban mereka diabadikan dlm surah Az Zumar: 3. Yg artinya ; Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yg bersih (dari syirik). Dan orang² yg mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami  tidak menyembah mereka (latta dan uzza itu) melainkan supaya mereka (latta dan uzza) itu mendekatkan kami kpd Allah dgn sedekat- dekatnya." Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yg mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang² yg pendusta dan sangat ingkar. (QS. Az Zumar:3).
Perbuatan bertawassul lewat roh orang² sholeh tsb tdk dibenarkan oleh Allah, karena orang yg mereka mintai tolong tsb tdk bisa menolong dirinya sendiri, bhkn mereka memikirkan Nasib diri mereka sendiri dlm menghadapi hari pengadilan akhirat nanti.Allah berfirman :Orang² yg mereka seru itu.mereka sendiri mencari jalan kpd Tuhan mereka siapa di antara mereka yg lebih dekat (kpd Allah)& mengharapkan rahmatNya & takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yg (harus) ditakuti)Qs.Al-Isra 57).
Maka tdklah beda dgn kebanyakan dari kita dgn tingkah laku umat jahiliyah terdahulu, dimana Quraisy Jahiliyah bertawasul kpd Roh orang2 alimnya (latta & uzza) dan kita bertawassul kpd Roh2 para wali. Ibnu ‘Abbas, mengatakan: “Al latta dahulu adalah seorang sholeh yg membuat adonan roti (yg dibagikan Cuma2 ) kpd jama’ah haji .setelah ia meninggal,orang2 beri’tikaf di kuburannya dan menyembahnya” (Tafsir Ath Thabari, 22/52).Karena kesalehan latta dimasa lalu,orang2 generasi terkemudian menjadikannya sbg alat untuk bertaqarrub dan bertawasul kpd Allah, seperti tsb dlm  Alquran; orang jahiliyah itu berkata:  .... هَٰٓؤُلَآءِ شُفَعَٰٓؤُنَا عِندَ ٱللَّهِ
...“Mereka semua (ruh orang² shaleh itu) adalah para pemberi syafaat bagi kami di sisi Allah.”..(QS.Yunus:18). Sedangkan bentuk Latta dikatakan oleh Ibnu Katsir rahimahullah:"Al-Latta adalah sebuah batu persegi 4 (Pusara Kuburan) yg berwarna putih,yg berukir yg di atasnya dibangun sebuah rumah/Cunggub, yg terletak di daerah Thaif yg memiliki kelambu² dan juru kunci (Sadnah), yg disucikan oleh penduduk Thaif yaitu Bani Tsaqif..." (Ibnu Katsir 1/271).Adapun UZZA Berkata Ibnu Jarir rahimahullah: ia adalah 3 pohon samurah yg diatasnya ada bangunan (Rumah pohon) yg diberi kelambu dan tirai tirai, yg terletak di daerah Nakhlah (antara Makkah dan Thaif)."[Fathul Majid hal.116.] Intinya Latta dan uzza adalah kuburan wali dan tempat keramat yg dibangun yg diberi kelambu dan tirai tirai /pagar berjeruji.
Dan mereka yg bertawassul kpd kubur² orang Alim itu tdk merasa tlh melakukan penyembahan.melainkan hanya menjadikannya sbg perantara atau wasilah saja. tentang hal itu Allah katakan dlm Alqur’an ;  

بَلۡ اَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡقِلُوۡنَ

tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya).”(QS. al-’Ankabut:63). Akhir khutbah semoga kita termasuk dari golongan yg selamat,yg diluruskan aqidahnya sampai hari kiamat ,Aamin ya Robbal Aalamiin

بَارَكَ اللّٰه لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ. إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، 
الخطبة الثانية
الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ. وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ اْلأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ 
أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.
إِنَّ اللَّهَ وَ مَلَئكتَهُ يُصلُّونَ عَلى النَّبىّ‏ِ يَأَيهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صلُّوا عَلَيْهِ وَ سلِّمُوا تَسلِيماً
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَاصِغَارًا
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً. وَقِنَا عَذَابَ النَّار 
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
 عِبَادَاللهِ.إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ. وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ

Allahu'aghlam bilsawab
Sumber: sang pencerah

HISAB DAN RUKYAT


HISAB :

adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah.

Hisab secara harfiah 'perhitungan. 

Dalam dunia Islam istilah hisab sering digunakan dalam ilmu falak (astronomi) untuk memperkirakan posisi Matahari dan bulan terhadap bumi. Posisi Matahari menjadi penting karena menjadi patokan umat Islam dalam menentukan masuknya waktu salat. Sementara posisi bulan diperkirakan untuk mengetahui terjadinya hilal sebagai penanda masuknya periode bulan baru dalam kalender Hijriyah. Hal ini penting terutama untuk menentukan awal Ramadhan saat muslim mulai berpuasa, awal Syawal (Idul Fithri), serta awal Dzulhijjah saat jamaah haji wukuf di Arafah (9 Dzulhijjah) dan Idul Adha (10 Dzulhijjah).

Dasar Hisab

Dalam Al-Qur'an surat Yunus (10) ayat 5 dikatakan bahwa Allah memang sengaja menjadikan Matahari dan bulan sebagai alat menghitung tahun dan perhitungan lainnya. Juga dalam Surat Ar-Rahman (55) ayat 5 disebutkan bahwa Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan.

Karena ibadah-ibadah dalam Islam terkait langsung dengan posisi benda-benda langit (khususnya Matahari dan bulan) maka sejak awal peradaban Islam menaruh perhatian besar terhadap astronomi. Astronom muslim ternama yang telah mengembangkan metode hisab modern adalah Al Biruni (973-1048 M), Ibnu Tariq, Al Khawarizmi, Al Batani, dan Habash.

Dewasa ini, metode hisab telah menggunakan komputer dengan tingkat presisi dan akurasi yang tinggi. Berbagai perangkat lunak (software) yang praktis juga telah ada. Hisab sering kali digunakan sebelum rukyat dilakukan. Salah satu hasil hisab adalah penentuan kapan ijtimak terjadi, yaitu saat Matahari, bulan, dan bumi berada dalam posisi sebidang atau disebut pula konjungsi geosentris. Konjungsi geosentris terjadi pada saat matahari dan bulan berada di posisi bujur langit yang sama jika diamati dari bumi. Ijtimak terjadi 29,531 hari sekali, atau disebut pula satu periode sinodik.

Hisab secara harfiah 'perhitungan. Dalam dunia Islam istilah hisab sering digunakan dalam ilmu falak (astronomi) untuk memperkirakan posisi Matahari dan bulan terhadap bumi. Posisi Matahari menjadi penting karena menjadi patokan umat Islam dalam menentukan masuknya waktu salat. Sementara posisi bulan diperkirakan untuk mengetahui terjadinya hilal sebagai penanda masuknya periode bulan baru dalam kalender Hijriyah. Hal ini penting terutama untuk menentukan awal Ramadhan saat muslim mulai berpuasa, awal Syawal (Idul Fithri), serta awal Dzulhijjah saat jamaah haji wukuf di Arafah (9 Dzulhijjah) dan Idul Adha (10 Dzulhijjah).

Dalam Al-Qur'an surat Yunus (10) ayat 5 dikatakan bahwa Allah memang sengaja menjadikan Matahari dan bulan sebagai alat menghitung tahun dan perhitungan lainnya. Juga dalam Surat Ar-Rahman (55) ayat 5 disebutkan bahwa Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan.

Karena ibadah-ibadah dalam Islam terkait langsung dengan posisi benda-benda langit (khususnya Matahari dan bulan) maka sejak awal peradaban Islam menaruh perhatian besar terhadap astronomi. Astronom muslim ternama yang telah mengembangkan metode hisab modern adalah Al Biruni (973-1048 M), Ibnu Tariq, Al Khawarizmi, Al Batani, dan Habash.

Dewasa ini, metode hisab telah menggunakan komputer dengan tingkat presisi dan akurasi yang tinggi. Berbagai perangkat lunak (software) yang praktis juga telah ada. Hisab sering kali digunakan sebelum rukyat dilakukan. Salah satu hasil hisab adalah penentuan kapan ijtimak terjadi, yaitu saat Matahari, bulan, dan bumi berada dalam posisi sebidang atau disebut pula konjungsi geosentris. Konjungsi geosentris terjadi pada saat matahari dan bulan berada di posisi bujur langit yang sama jika diamati dari bumi. Ijtimak terjadi 29,531 hari sekali, atau disebut pula satu periode sinodik.


RUKYAT :

adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, penampakan bulan sabit yang tampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi). Rukyat dapat dilakukan dengan mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Rukyat dilakukan setelah Matahari terbenam. Hilal hanya tampak setelah Matahari terbenam (maghrib), karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibanding dengan cahaya Matahari, serta ukurannya sangat tipis. Apabila hilal terlihat, maka pada petang (maghrib) waktu setempat telah memasuki bulan (kalender) baru Hijriyah. Apabila hilal tidak terlihat maka awal bulan ditetapkan mulai maghrib hari berikutnya.

Perlu diketahui bahwa dalam kalender Hijriyah, sebuah hari diawali sejak terbenamnya matahari waktu setempat, bukan saat tengah malam. Sementara penentuan awal bulan (kalender) tergantung pada penampakan (visibilitas) bulan. Karena itu, satu bulan kalender Hijriyah dapat berumur 29 atau 30 hari.


Hisab secara harfiah 'perhitungan. Dalam dunia Islam istilah hisab sering digunakan dalam ilmu falak (astronomi) untuk memperkirakan posisi Matahari dan bulan terhadap bumi. Posisi Matahari menjadi penting karena menjadi patokan umat Islam dalam menentukan masuknya waktu salat. Sementara posisi bulan diperkirakan untuk mengetahui terjadinya hilal sebagai penanda masuknya periode bulan baru dalam kalender Hijriyah. Hal ini penting terutama untuk menentukan awal Ramadhan saat muslim mulai berpuasa, awal Syawal (Idul Fithri), serta awal Dzulhijjah saat jamaah haji wukuf di Arafah (9 Dzulhijjah) dan Idul Adha (10 Dzulhijjah).

Dalam Al-Qur'an surat Yunus (10) ayat 5 dikatakan bahwa Allah memang sengaja menjadikan Matahari dan bulan sebagai alat menghitung tahun dan perhitungan lainnya. Juga dalam Surat Ar-Rahman (55) ayat 5 disebutkan bahwa Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan.

Karena ibadah-ibadah dalam Islam terkait langsung dengan posisi benda-benda langit (khususnya Matahari dan bulan) maka sejak awal peradaban Islam menaruh perhatian besar terhadap astronomi. Astronom muslim ternama yang telah mengembangkan metode hisab modern adalah Al Biruni (973-1048 M), Ibnu TariqAl KhawarizmiAl Batani, dan Habash.

Dewasa ini, metode hisab telah menggunakan komputer dengan tingkat presisi dan akurasi yang tinggi. Berbagai perangkat lunak (software) yang praktis juga telah ada. Hisab sering kali digunakan sebelum rukyat dilakukan. Salah satu hasil hisab adalah penentuan kapan ijtimak terjadi, yaitu saat Matahari, bulan, dan bumi berada dalam posisi sebidang atau disebut pula konjungsi geosentris. Konjungsi geosentris terjadi pada saat matahari dan bulan berada di posisi bujur langit yang sama jika diamati dari bumi. Ijtimak terjadi 29,531 hari sekali, atau disebut pula satu periode sinodik.



https://pcmbengkong.blogspot.com/2022/04/hisab-dan-rukyat.html?m=0


JADWAL IMSAKIYAH RAMADAN 1443 H

JADWAL IMSAKIYAH RAMADAN 1443 H

Selasa, 07 April 2020

CORONA VIRUS DISEASE-19



MAKLUMAT PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH

NOMOR 02/MLM/I.0/H/2020

TENTANG


BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan prihatin atas wabah Covid-19 yang oleh World Health Organization (WHO) dinyatakan sebagai pandemi yang menjadi masalah global. Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyatakan wabah Covid-19 sebagai bencana non-alam. Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang meninggal dalam kasus wabah Covid-19. Kepada mereka yang sakit dan sedang menjalani perawatan medis, semoga diberikan kesabaran dan kesembuhan oleh Allah.Muhammadiyah mengapresiasi tenaga kesehatan dan semua pihak yang membantu penanganan Covid-19.

Mempertimbangkan penyebaran Covid-19 yang sangat cepat, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan wabah tersebut sebagai kejadian luar biasa yang harus segera dilakukan pencegahan dan tindakan secara sungguh-sungguh, masif, dan terkoordinasi dengan baik. Muhammadiyah mendorong agar pemerintah melibatkansemua pihak untuk bekerjasama dan bersinergi dengan disertailangkah sosialisasidan kebijakan yang terbuka dan komprehensif.

Karena itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan maklumat sebagai berikut:

1) Kegiatan-kegiatan di seluruh lingkungan Muhammadiyah yang melibatkan massa atau jumlah orang yang banyak seperti pengajian, seminar, pertemuan dan kegiatan sosial agar ditunda pelaksanaannya atau diselenggarakan dengan cara lain yang bersifat terbatas dan atau menggunakan teknologi informasi.

2) Kegiatan-kegiatan ibadah seperti shalat berjamaah dan shalat jumat di masjid tetap dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Bagi yang sakit disarankan untuk beribadah di rumah

b. Apabila dipandang darurat, pelaksanaan sholat jumat dapat diganti dengan sholat dhuhur di rumah, dan pelaksanaan sholat berjamaah dapat dilakukan di rumah.

3) Kegiatan pendidikan di lingkungan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah diselaraskan dengan kebijakan pemerintah di tingkat pusat maupun daerah yang dikoordinasikan oleh Majelis Pendidikan Dasar Dan Menengah dan Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian Dan Pengembangan.

4) Amal usaha kesehatan agar mempersiapkan penanganan Covid-19 diselaraskan dengan protokol kementrian kesehatan dalam koordinasi Majelis Pembina Kesehatan Umum yang bersinergi dengan majelis, lembaga, organisasi otonom,dan amal usaha lain.Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah membentuk Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) yang bertugas mengoordinasikan pelaksanaan program dan aksi penanganan Covid-19.

5) Warga Muhammadiyah agar meningkatkan kebiasaan pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan serta mengikuti protokol pencegahan Covid-19 yang dikeluarkan oleh pemerintah.

6) Warga Muhammadiyah hendaknya membatasi bepergian ke tempat dan kegiatan yang berisiko penularan Covid-19sesuai dengan Hadits Nabi:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطَّاعُونُ آيَةُ الرِّجْزِ ابْتَلَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ نَاسًا مِنْ عِبَادِهِ فَإِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ فَلَا تَدْخُلُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَفِرُّوا مِنْهُ

Artinya: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tha'un (wabah penyakit menular) adalah suatu peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia. Maka apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya." (HR Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid).

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُورِدَنَّ مُمْرِضٌ عَلَى مُصِحٍّ

Artinya: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah yang sakit dicampurbaurkan dengan yang sehat." (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak boleh berbuat madlarat dan hal yang menimbulkan madlarat." (HR Ibn Majah dan Ahmad ibn Hanbal dari Abdullah ibn 'Abbas).

Demikian maklumat ini disampaikan untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya. Semoga Allah Subhanahu Wataala senantiasa melindungi dan memberikan pertolongan kepada seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia. Nasrun min Allah wa fathun qarib.

Yogyakarta, 19 Rajab 1441 H/14 Maret 2020

Rabu, 12 Februari 2020

PENERIMAAN MAHASISWA BARU STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM (SMB)


PENERIMAAN MAHASISWA BARU STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM (SMB)

Assalamualaikum Bapak /Ibu,Saudara /ri, Cik /Puan,ayahanda, bunda, kakanda, adinda.
SMB memberikan potongan biaya Kuliah kepada calon mahasiswa baru untuk tahun akademik 2020/2021, bagi adiak2 yg tamatan max tahun 2018.
Yg mana perkuliahan nya dimulai dibulan September 2020.
Come join us...

Pendaftaran online bisa Diwebsite kami, silahkan klik link berikut : smb.ac.id

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:
Vina:082170728185
Ayu: 082172186949
Stikom Muhammadiyah Batam
Wassalam 🙏🙏🙏

Rabu, 20 November 2019

MILAD MUHAMMADIYAH KE 107


SELAMAT DAN SUKSES MILAD MUHAMMADIYAH KE 107 / 110, KOTA BATAM
INSYAALLAH AKAN DISELENGGARAKAN PADA:
  • HARI/TGL : SABTU PAGI, 23 NOVEMBER 2019
  • TEMPAT    : ALUN-ALUN ENGKU PUTRI BATAM CENTER
Alhamdulillah Muhammadiyah telah memasuki abat ke dua atau sudah yang ke 107 tahun untuk memurnikan Aqidah dan mencerahkan Bangsa lewat pendidikan, semoga Muhammadiyah tetap exis untuk mencerahkan bangsa