بِــــــسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيـــمِ
SELAMAT DATANG DI BLOG MUHAMMADIYAH CABANG BENGKONG, KOTA BATAM - TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Pilih Menu

Senin, 29 Juli 2019

PEDOMAN KEHIDUPAN ISLAMI warga MUHAMMADIYAH

Keputusan
Muktamar Muhammadiyah Ke-44
Tanggal 8 s/d 11 Juli Tahun 2000 Di Jakarta
PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH
1421 H / 2000 M

 
Bagian Pertama

PENDAHULUAN

A. PEMAHAMAN

Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah 
adalah seperangkat nilai dan norma Islami yang bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah untuk menjadi pola bagi tingkah laku warga Muhammadiyah dalam menjalani kehidupan sehari-hari sehingga tercermin kepribadian Islami menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah 
merupakan pedoman untuk menjalani kehidupan dalam lingkup pribadi, keluarga, bermasyarakat, berorganisasi, mengelola amal usaha, berbisnis, mengembangkan profesi, berbangsa dan bernegara, melestarikan lingkungan, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan mengembangkan seni dan budaya yang menunjukkan perilaku uswah hasanah(teladan yang baik).


B. LANDASAN DAN SUMBER

Landasan dan sumber Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah ialah Al- Quran dan Sunnah Nabi yang merupakan pengembangan dan pengayaan dari pemikiran-pemikiran formal (baku) dalam Muhammadiyah seperti Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah, Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, Matan Kepribadian Muhammadiyah, Khittah Perjuangan Muhammadiyah, serta hasil-hasil Keputusan Majelis Tarjih.


C. KEPENTINGAN



  1. Warga Muhammadiyah dewasa ini makin memerlukan pedoman kehidupan yang bersifat panduan dan pengayaan dalam menjalani berbagai kegiatan sehari-hari. Tuntutan ini didasarkan atas perkembangan situasi dan kondisi antara lain: 
  2. Kepentingan akan adanya pedoman yang dijadikan acuan bagi segenap anggota Muhammadiyah sebagai penjabaran dan bagian dari Keyakinan Hidup Islami Dalam Muhammadiyah yang menjadi amanat Tanwir Jakarta 1992 yang lebih merupakan konsep filosofis.
  3. Perubahan-perubahan sosial-politik dalam kehidupan nasional di era reformasi yang menumbuhkan dinamika tinggi dalam kehidupan umat dan bangsa serta mempengaruhi kehidupan Muhammadiyah, yang memerlukan pedoman bagi warga dan pimpinan Persyarikatan bagaimana menjalani kehidupan di tengah gelombang perubahan itu.
  4. Perubahan-perubahan alam pikiran yang cenderung pragmatis (berorientasi pada nilai-guna semata), materialistis (berorientasi pada kepentingan materi semata), dan hedonistis (berorientasi pada pemenuhan kesenangan duniawi) yang menumbuhkan budaya inderawi (kebudayaan duniawi yang sekular) dalam kehidupan modern abad ke-20 yang disertai dengan gaya hidup modern memasuki era baru abad ke-21.
  5. Penetrasi budaya (masuknya budaya asing secara meluas) dan multikulturalisme (kebudayaan masyarakat dunia yang majemuk dan serba melintasi) yang dibawa oleh globalisasi (proses hubungan-hubungan sosialekonomi- politik-budaya yang membentuk tatanan sosial yang mendunia) yang akan makin nyata dalam kehidupan bangsa.
  6. Perubahan orientasi nilai dan sikap dalam bermuhammadiyah karena berbagai faktor (internal dan eksternal) yang memerlukan standar nilai dan norma yang jelas dari Muhammadiyah sendiri.




D. SIFAT


  1. Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah memiliki beberapa sifat/kriteria sebagaiberikut:
  2. Mengandung hal-hal yang pokok/prinsip dan penting dalam bentuk acuannilai dan norma.
  3. Bersifat pengayaan dalam arti memberi banyak khazanah untuk membentuk keluhuran dan kemulian ruhani dan tindakan.
  4. Aktual, yakni memiliki keterkaitan dengan tuntutan dan kepentingan kehidupan sehari-hari.
  5. Memberikan arah bagi tindakan individu maupun kolektif yang bersifat keteladanan.
  6. Ideal, yakni dapat menjadi panduan umum untuk kehidupan sehari-hari yang bersifat pokok dan utama.
  7. Rabbani, artinya mengandung ajaran-ajaran dan pesan-pesan yang bersifat akhlaqi yang membuahkan kesalihan.
  8. Taisir, yakni panduan yang mudah difahami dan diamalkan oleh setiap muslim khususnya warga Muhammadiyah.



E. TUJUAN

Terbentuknya perilaku individu dan kolektif seluruh anggota Muhammadiyah yang menunjukkan keteladanan yang baik (uswah hasanah) menuju terwujudnya Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.


F. KERANGKA

Materi Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah dikembangkan dan dirumuskan dalam kerangka sistematika sebagai berikut:

1.      Bagian Umum : Pendahuluan
2.      Bagian Kedua : Islam dan Kehidupan
3.      Bagian Ketiga : Kehidupan Islami Warga Muhammadiyah
      a. Kehidupan Pribadi
      b. Kehidupan dalam Keluarga
      c.  Kehidupan Bermasyarakat
      d. Kehidupan Berorganisasi
      e. Kehidupan dalam Mengelola Amal usaha
      f.   Kehidupan dalam Berbisnis
      g. Kehidupan dalam Mengembangkan Profesi
      h. Kehidupan dalam Berbangsa dan Bemegara
      i.   Kehidupan dalam Melestarikan Lingkungan
      j.  Kehidupan dalam mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
      k.  Kehidupan dalam Seni dan Budaya

4. Bagian Keempat : Tuntunan Pelaksanaan

5. Bagian Kelima : Penutup



Kamis, 25 Juli 2019

STIKOM MUHAMMADIYAH BATAM (SMB)



KULIAH DI SMB YOOK !!
LULUSAN SMB DI JAMIN KERJA..!!
SMB adalah kampus yang menjalankan kurikulum,web,jaringan,android dan Robotik dan bergerak di jurusan TEKNIK INFORMATIKA (TI) yang beralamatkan di Jln.Prof Dr.Hamka Kompleks pusat muhammdiyah Asean
di era global Revolusi industri 4.0,SMB meberikan solusi untuk teman,adik,keluarga untuk bergabung bersama kami.
daftar sekarang yukk!!!
1,5 Jt Bisa kuliah
#17
Akun YouTube :
https://www.youtube.com/channel/UC5P5ED3t2rYBUxTGWV2DXwQ

Seminar Nasional Ekonomi Batam yang Diselenggarakan Oleh PW IPM Kepri


Seminar Nasional Ekonomi Batam yang Diselenggarakan Oleh PW IPM Kepri



Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) bersama Korwil Alumni IPM/IRM Kepulauan Riau dan Takmir Mesjid DR. Hamka Kota Batam menggelar Seminar Nasional yang bertajuk “Ekonomi Batam untuk siapa.” Acara ini diselenggarakan pada Sabtu (20/7/2019), di Gedung Graha Pena Batam.

Seminar nasional tersebut dimoderatori oleh  Arifudin Jalil, S.Ag, M.I.Kom Ketua STIT Internasional Muhammadiyah Batam yang menghadirkan dua orang Pemateri, yaitu Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, ME selaku pengamat ekonomi kebijakan publik yang juga mantan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dan Syamsul Bahrum, P.Hd Asisten Pemprov Kepri. Turut  hadir juga pada kesempatan tersebut  Zarefriadi dari Pemko Batam, Hardi Selamat Hood anggota DPD RI, serta Asisten Pemko Batam.


Syamsul Bahrum pada kesempatan itu mengatakan, ekonomi Batam adalah untuk masyarakat Kepri, dan Indonesia. Dia juga menyinggung bahwa ekonomi di Provinsi Kepri belakangan ini memang sedikit menurun. Kendati begitu, pihaknya optimis kedepan ekonomi akan membaik.
“Ekonomi Batam adalah untuk masyarakat Kepri, dan Kepri untuk Indonesia. Memang akhir-akhir ini ekonomi di Kepri sedikit anjlok, namun saya optimis bahwa ekonomi kita akan bangkit lagi. Hal ini mengacu pada statistik ekonomi Batam dan Kepri, serta mengacu kepada Visi dan Misi Batam untuk menjadi kota bandar madani dunia,” papar Syamsul Bahrum.
Pada kesempatan yang sama,  Dahnil Anzar Simanjuntak dalam paparannya  mengupas dalam bentuk studi kasus ekonomi makro dan mikro, yaitu mulai dari problem solving ekonomi hingga sortcart expresi ekonomi dari Pemerintah daerah sampai Pemerintah pusat.
“Soal pertumbuhan ekonomi, seringkali apa yang tertera dalam laporan dan angka daripada birokrat tidak paralel dengan apa yang terjadi di masyarakat. Apalagi jelang Pilkada, biasanya inflasi dikatakan rendah, ekonomi baik dan sebagainya,” ucap Dahnil.
Dahnil menambahkan, bahwa hal ini lumrah terjadi, dia menyebutnya sebagai akrobat angka dan mencontohkan satu daerah yang pernah ditelitinya jelang Pilkada yang melakukan hal tersebut. Hal inilah yang menurut Dahnil kerap menghambat pertumbuhan ekonomi karna selalu dilaporkan dalam kondisi baik sehingga tidak digesa mencari solusinya.
Selanjutnya acara ini diakhiri dengan sesi dialog atau tanya jawab seputar ekonomi yang berlangsung cukup seru dan menarik.
(Zrm)

WANITA CANTIK


SEORANG wanita berparas cantik tengah membanggakan kecantikannya di depan cermin. Di belakangnya, seorang pria sedang duduk. Pria itu tidak berkata apapun. Hanya terus memerhatikan tingkah wanita di depannya.
“Suamiku, adakah di negeri ini yang tak akan tergoda oleh kecantikan ku?” tanya wanita itu kepada suaminya.
“Ada.”
“Siapa?”
“Ubaid bin Umair.”
Ubaid adalah seorang ulama yang lahir semasa Rasulullah masih hidup. Nama lengkapnya Ubaid bin Umair bin Qatadah Al Laitsi Al Junda’i Al Makki. Kelak, beliau wafat pada tahun 74 hijriyah.
“Suamiku, bolehkah aku menggoda Ubaid bin Umar dengan kecantikan yang kumiliki?” wanita itu merasa tertantang untuk menaklukan ulama itu.
Suaminya terkejut.
“Hmm… baiklah. Aku juga ingin tahu seberapa shalihnya Ubaid bin Umar.”
Setelah mendapat izin. Ia lalu bersolek agar kecantikannya semakin terlihat dan Ubaid bisa takluk terhadapnya.
Wanita itu lalu pergi ke masjidil haram tempat ulama itu berada. Setelah sosok yang dicarinya terlihat, ia segera mendekat. Wanita itu menemui Ubaid dan berdalih ingin meminta nasihat. Ia lalu meminta Ubaid untuk berbicara di pojok ruangan agar tak terlihat oleh siapapun.
Setelah sampai. Wanita itu membuka cadarnya. Kini wajah cantikanya tampak di hadapan sang Ulama.
“Apa yang kamu lakukan?” Ubaid kaget melihat gelagat wanita tersebut.
“Aku menyukaimu, aku ingin mendapat jawaban darimu?” kata wanita itu seraya terus menggoda sang ulama.
“Sebentar. Sebelum aku menjawab pertanyaanmu. Ada beberapa pertanyaan yang ingin aku ajukan,” kata Ubaid.
“Pertama, seandainya Malaikat Maut datang menjemputmu saat ini, apakah engkau senang aku memenuhi ajakanmu?” wanita itu tak menyangka akan mendapatkan pertanyaan yang langsung mengingatkannya dengan kematian.
“Tidak.”
“Kedua, seandainya saat ini engkau berada di alam kubur dan sedang didudukkan oleh Malaikat Munkar dan Nakir untuk ditanyai, apakah engkau senang aku penuhi ajakanmu?”
“Tidak.”
“Ketiga, seandainya saat ini semua manusia menerima catatan amalnya dan engkau tidak tahu apakah kau akan mengambilnya dengan tangan kanan atau tangan kiri, apakah engkau senang jika aku memenuhi ajakanmu?”
“Tidak.”
“Keempat, seandainya saat ini seluruh manusia digiring ke timbangan amal dan engkau tidak tahu apakah timbangan amal kebaikanmu lebih berat atau justru amal buruknya yang lebih berat, apakah engkau senang jika aku memenuhi ajakanmu?”
“Tidak.”
“Kelima, seandainya saat ini engkau berada di hadapan Allah untuk dimintai pertanggungjawaban atas semua nikmatNya yang telah dianugerahkan kepadamu, masihkah tersisa rasa senang di hatimu jika aku memenuhi ajakanmu?”
“Demi Allah, tidak.”
“Kalau begitu wahai wanita, takutlah kepada Allah. Betapa Allah telah memberikan segalanya kepadamu.”
Mendengar perkataannya wanita itu tak kuasa menahan air mata. Wanita yang awalnya hanya berpura-pura meminta nasihat, kini benar-benar mendapat nasihat yang sangat menyentuh.
Usai pertemuan itu, ia kembali ke rumah dengan raut sedih. Suaminya heran melihatnya.
“Kita ini termasuk orang yang celaka,” jawab wanita itu, kemudian ia mengambil wudhu dan shalat.
Hari-hari berikutnya, ia berubah drastis. Ia tak lagi membanggakan kecantikannya. Ia tak lagi suka berdandan di setiap malam. Ia berubah menjadi ahli shalat dan puasa

Rabu, 24 Juli 2019

IRI HATI


♡ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ ♡


Seseorang yang mempunyai sifat iri dihatinya tidak akan pernah suka melihat kebahagian orang lain,
ia tidak akan pernah senang melihat orang lain mendapat ketenangan, kedamaian, dan nikmat lebih dari Allah. Mengapa? Karena yang ada dalam hatinya hanya sifat benci dan rasa membuncah untuk selalu mendapatkan lebih, dan hal itu tercipta saat hati sudah tak ada lagi ruang untuk “Bersyukur”.
Seseorang Yang Dihatinya Ada Sifat Iri Akan Tidak Terima Saat Mendengar Orang Lain Mendapat Kesenangan, Oleh karenanya, seseorang yang dihatinya ada sifat iri akan tidak terima saat mendengar orang lain mendapat kesenangan, ia kan menjadi tidak tenang.
Sebab ia merasa ketika orang lain mendapat kesenangan maka artinya ia telah kalah, sebab keegoisan diri yang selalu membingkai hatinya hingga akhirnya mendasar menjadi dengki.
Hatinya Akan Sangat Berat Bila Melihat Orang Lain Mendapat Tambahan Rezeki Dari Allah, Karena Keegoisan Diri Yang Terlalu Lama Bersarang

Hatinya akan seangat berat bila melihat orang lain mendapat tambahan rezeki dari Allah, karena keegoisan diri yang terlalu lama bersarang.
Ada? Pasti banyak, bisa jadi kita pernah melihat hal itu dari diri oang lain, atau dari diri kita sendiri yang sama sekali kita tak pernah sadari selama ini. Na’udzubillah…
Hati Yang Terjangkit Rasa Iri Biasanya Akan Mudah Gelisah Dan Tidak Tenang, Bila Mendengar Orang Lain Tengah Mendapat Nikmat Lebih Dari Allah
Karena hati yang terjangkit rasa iri biasanya akan mudah gelisah dan tidak tenng, bila mendengar orang lain tengah mendapat nikmat lebih dari Allah. 

Ia akan gelisah dan terus gelisah, mengapa demikian?
Karena hatinya sudah penuh dengan rasa dengki dan kebiasaan mengintai bahagia orang lain, hingga dirinyapun lupa bagaimana cara bahagia dengan kerendahan hati bersyukur.
Dihantui Kekhawatiran Akan Disaingin Tentu Akan Selalu Bergejolak Didalam Hati, Sehingga Su’udzan Selalu Mengajaknya Untuk Berbuat Hina
Dihantui kekhawatiran akan disaingin tentu akan selalu bergejolak didalam hati, sehingga su’udzan selalu menagjaknya untuk berbuat hina. 

Seperti apa kehinaan yang dihasilkan dari pikiran husnuddzan tadi?
Yaitu mengada-ngada, menfitnah, dan mencaci akan mulai menghiasi catatan amal buruk kita, maka hati-hatilah sahabat jangan sampai perasaan iri itu ada dihati kita.
Hati Dan Pikirannya Tidak Akan Pernah Tenang, Sebab Yang Ada Didalam Hatinya Hanya Rasa Benci Dan Benci
Karena bila hati sudah dijankit rasa iri maka hati dan pikirannya tiadak akan pernah tenang, sebab yang ada didalam hatinya hanya rasa benci dan benci.
Sudah takkan ada lagi rasa sayang dalam hatinya, karena rasa benci tadi membuat ia gelap hati dan lupa tanggung jawabnya sebagai seorang hamba yang harusnya senantiasa berkash sayang pada sesama.

SEMOGA KITA DI HINDARI DARI SIFAT IRI & DENGKI

KISAH TELDAN SUAMI & ISTERI


KISAH TELDAN SUAMI & ISTERI

Insya Allah, Kisah ini inspiratif keluarga..
Terdengar denting bunyi jam dinding 1 kali, menandakan waktu sudah menunjukan jam 01.00 Malam.“Assalamu’alaikum…!”
Ucapnya lirih Abdurrahman saat masuk rumah.Tak ada orang yang menjawab, *Dia tahu istri dan anak-anaknya pasti sudah tidur.*"Biarlah malaikat yang menjawab salamku,”
Gumamnya dalam hati.Diletakkanlah tas, ponsel dan kunci-kunci di meja.Setelah itu, barulah Abdurrahman menuju kamar mandi sekalian berwudlu kemudian berganti pakaian.Semua tertidur pulas, tak ada satu-pun yang terbangun.Segera dia beranjak menuju kamar tidur.
Pelan-pelan dibukanya pintu kamar.


Dia tidak ingin menggangu istrinya yang sedang pulas tidur.Benar saja istrinya tidak terbangun, tidak menyadari kehadiran suaminya.Kemudian Abdurrahman duduk di pinggir tempat tidurnya.Dipandanginya dalam-dalam wajah Qonita istrinya.Abdurrahman teringat perkataan almarhum ayahnya, dulu sebelum dia menikah.*Ayahnya berpesan :*
"Jika kamu sudah menikah nanti:•Jangan berharap kamu punya istri yang sama persis dengan keinginanmu.


Karena kamu pun juga tidak sama persis dengan maunya.•Jangan pula berharap mempunyai istri yang punya karakter sama seperti dirimu. Karena suami istri adalah dua orang yang berbeda. Dia bukan untuk disamakan tapi untuk saling melengkapi.*Dan...*
°Jika suatu saat ada yang tidak berkenan di hatimu, atau kamu merasa jengkel, marah, dan perasaan tidak enak yang lainnya, Maka.


Lihatlah ketika istrimu tidur.."“Kenapa Yah, kok waktu dia tidur?”
Tanyanya kala itu.Ayahnya menjawab :
“Nanti kamu akan tahu sendiri"Waktu itu, dia tidak sepenuhnya memahami maksud ayahnya, tapi ia tidak bertanya lebih lanjut, karena ayahnya sudah mengisyaratkan untuk membuktikannya sendiri.Malam itu, Abdurrahman mulai memahaminya. Malam itu, dia menatap wajah istrinya lekat-lekat.Semakin lama dipandangi wajah istrinya, semakin membuncah perasaan di dadanya.Wajah polos istrinya saat tidur benar-benar membuatnya terkesima.Raut muka tanpa polesan, tanpa ekspresi, tanpa kepura-puraan, tanpa dibuat-buat.Pancaran tulus dari kalbu.
Memandanginya menyeruakkan berbagai macam perasaan.Ada rasa sayang, cinta, kasihan, haru, penuh harap dan entah perasaan apa lagi yang tidak bisa ia gambarkan dengan kata-kata.Dalam batin, Dia bergumam,

  • Wahai istriku, engkau dulu seorang gadis:Yang leluasa beraktivitas,
  • Banyak hal yang bisa kau perbuat dengan kemampuanmu. Lalu aku menjadikanmu seorang istri. 
  • Menambahkan kewajiban yang tidak sedikit.
  • Memberikanmu banyak batasan,
  • Mengaturmu dengan banyak aturan.Dan aku pula..
  • Yang menjadikanmu seorang ibu. •Menimpakan tanggung jawab yang tidak ringan.
  • Mengambil hampir semua waktumu untuk aku dan anak-anakku.Wahai istriku..


Engkau yang dulu bisa melenggang kemanapun tanpa beban, kini aku memberikan beban di tanganmu, dan dipundakmu. Untuk mengurus keperluanku, merawat anak-anakku, juga
Memelihara kenyamanan rumahku.Kau relakan waktu dan tenagamu melayaniku dan menyiapkan keperluanku.Kau ikhlaskan rahimmu untuk mengandung anak-anakku.Kau tanggalkan segala atributmu untuk menjadi pengasuh anak-anakku.Kau buang egomu untuk menaatiku.Kau campakkan perasaanmu untuk mematuhiku.Wahai istriku.

Di kala susah, kau setia mendampingiku.Ketika sulit, kau tegar di sampingku.Saat sedih, kau pelipur laraku.Dalam lesu, kau penyemangat jiwaku.Jika aku gundah, kau penyejuk hatiku.Kala aku bimbang, kau penguat tekadku.Bila aku lupa, kau yang mengingatkanku.Ketika aku salah, kau yang menasehatiku.Wahai istriku..
Telah sekian lama engkau mendampingiku.Kehadiranmu membuatku menjadi sempurna sebagai laki-laki.Lalu, atas dasar apa aku harus kecewa padamu..?!Dengan alasan apa aku marah padamu..?!Andai kau punya kesalahan atau kekurangan.
Semuanya itu tidak cukup bagiku untuk membuatmu menitikkan air mata.Akulah yang harus membimbingmu.


Aku adalah imammu.Jika kau melakukan kesalahan.
Akulah yang harus dipersalahkan karena tidak mampu mengarahkanmu.Jika ada kekurangan pada dirimu. Itu bukanlah hal yang perlu dijadikan masalah.Karena kau insan, bukan malaikat.Maafkan aku istriku..Kaupun akan kumaafkan jika punya kesalahan.Mari kita bersama-sama membawa bahtera rumah tangga ini hingga berlabuh di pantai nan indah, dengan hamparan keridhoan Allah azza wa jalla.Segala puji hanya untuk Alloh azza wa jalla yang telah memberikanmu sebagai jodoh untukku.”Tanpa terasa air matanya menetes deras di kedua pipinya.Dadanya terasa sesak menahan isak tangis.


Segera ia berbaring di sisi istrinya pelan-pelan.Tak lama kemudian ia pun terlelap.
"Teeng..teeng"*Jam dinding di ruang tengah berdentang dua kali.Qonita, istri Abdurrahman terperanjat sambil terucap :
“Astaghfirulloh, sudah jam dua..!"Dilihatnya sang suami pulas di sampingnya.Pelan-pelan ia duduk, sambil berdoa memandangi wajah sang suami yang tampak kelelahan.“Kasihan suamiku, aku tidak tahu kedatanganmu.Hari ini aku benar-benar capek, sampai-sampai nggak mendengar apa-apa.Sudah makan apa belum ya dia..?!"
Gumamnya dalam hati.Ada niat mau membangunkan, tapi ach.. tidak tega.
Akhirnya dia cuma pandangi saja wajah suaminya.Semakin lama dipandang, semakin terasa getar di dadanya.Perasaan yang campur aduk, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.Hanya hatinya yang bicara : Wahai suamiku, aku telah memilihmu untuk menjadi imamku.

Aku telah yakin bahwa engkaulah yang terbaik untuk menjadi bapak dari anak-anakku.
  • Begitu besar harapan kusandarkan padamu.
  • Begitu banyak tanggungjawab kupikulkan di pundakmu.
  • Wahai suamiku..
  • Ketika aku sendirian..
  • Kau datang menghampiriku.
  • Saat aku lemah..
  • Kau ulurkan tanganmu menuntunku.
  • Dalam duka..
  • Kau sediakan dadamu untuk merengkuhku.
  • Dengan segala kemampuanmu.
  • Kau selalu ingin melindungiku.Wahai suamiku..
  • Tak kenal lelah kau berusaha membahagiakanku.
  • Tak kenal waktu kau tuntaskan tugasmu.


Sulit dan beratnya mencari nafkah yang halal, tidak menyurutkan langkahmu, Bahkan sering kau lupa memperhatikan dirimu sendiri, demi aku dan anak-anak.
Lalu..
Atas dasar apa aku tidak berterimakasih padamu.*Ambillah hikmah dari bacaan ini.