بِــــــسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيـــمِ
SELAMAT DATANG DI BLOG MUHAMMADIYAH CABANG BENGKONG, KOTA BATAM - TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Pilih Menu

Kamis, 25 Juli 2019

Seminar Nasional Ekonomi Batam yang Diselenggarakan Oleh PW IPM Kepri


Seminar Nasional Ekonomi Batam yang Diselenggarakan Oleh PW IPM Kepri



Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) bersama Korwil Alumni IPM/IRM Kepulauan Riau dan Takmir Mesjid DR. Hamka Kota Batam menggelar Seminar Nasional yang bertajuk “Ekonomi Batam untuk siapa.” Acara ini diselenggarakan pada Sabtu (20/7/2019), di Gedung Graha Pena Batam.

Seminar nasional tersebut dimoderatori oleh  Arifudin Jalil, S.Ag, M.I.Kom Ketua STIT Internasional Muhammadiyah Batam yang menghadirkan dua orang Pemateri, yaitu Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, ME selaku pengamat ekonomi kebijakan publik yang juga mantan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dan Syamsul Bahrum, P.Hd Asisten Pemprov Kepri. Turut  hadir juga pada kesempatan tersebut  Zarefriadi dari Pemko Batam, Hardi Selamat Hood anggota DPD RI, serta Asisten Pemko Batam.


Syamsul Bahrum pada kesempatan itu mengatakan, ekonomi Batam adalah untuk masyarakat Kepri, dan Indonesia. Dia juga menyinggung bahwa ekonomi di Provinsi Kepri belakangan ini memang sedikit menurun. Kendati begitu, pihaknya optimis kedepan ekonomi akan membaik.
“Ekonomi Batam adalah untuk masyarakat Kepri, dan Kepri untuk Indonesia. Memang akhir-akhir ini ekonomi di Kepri sedikit anjlok, namun saya optimis bahwa ekonomi kita akan bangkit lagi. Hal ini mengacu pada statistik ekonomi Batam dan Kepri, serta mengacu kepada Visi dan Misi Batam untuk menjadi kota bandar madani dunia,” papar Syamsul Bahrum.
Pada kesempatan yang sama,  Dahnil Anzar Simanjuntak dalam paparannya  mengupas dalam bentuk studi kasus ekonomi makro dan mikro, yaitu mulai dari problem solving ekonomi hingga sortcart expresi ekonomi dari Pemerintah daerah sampai Pemerintah pusat.
“Soal pertumbuhan ekonomi, seringkali apa yang tertera dalam laporan dan angka daripada birokrat tidak paralel dengan apa yang terjadi di masyarakat. Apalagi jelang Pilkada, biasanya inflasi dikatakan rendah, ekonomi baik dan sebagainya,” ucap Dahnil.
Dahnil menambahkan, bahwa hal ini lumrah terjadi, dia menyebutnya sebagai akrobat angka dan mencontohkan satu daerah yang pernah ditelitinya jelang Pilkada yang melakukan hal tersebut. Hal inilah yang menurut Dahnil kerap menghambat pertumbuhan ekonomi karna selalu dilaporkan dalam kondisi baik sehingga tidak digesa mencari solusinya.
Selanjutnya acara ini diakhiri dengan sesi dialog atau tanya jawab seputar ekonomi yang berlangsung cukup seru dan menarik.
(Zrm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nama
No Hp
email